Skip to main content

Posts

Featured

Merindukan Cinta Pertama

Allahu akbar, allahu akbar, allahu akbar
Laa ilaaha illallahu allahu akbar.. 
Allahu akbar wa lillaa hilhamd

Gema takbir dan petasan kala itu menjadi momen yang tak membahagiakan bagiku. Bagaimana tidak, kala itu kesedihan masih terngiang erat di pelupuk mata dan hatiku.

***
Kala itu, usiaku masih terbilang belia.  Sedang asyik-asyiknya bermain dengan teman sebaya. Namun tiba-tiba, suara tangisan terdengar dengan kerasnya, Menghentikan permainan yang sedang asyik kulakukan..
Saat itu aku masih belum mengerti mengapa banyak orang berkerumun Menutupi jasad seseorang yang begitu tak asing bagiku Benar, kala itu aku masih belum paham mengapa orang-orang menagis. Hingga seseorang dengan tangan lembutnya membisikkan “ayahmu sudah tak ada lagi”
Ah gemuruh di dada dan mataku baru saja berkumpul  Seakan tak percaya secepat itu dia tiada Hingga tak terasa jeritan itu terdengar jua  Iya, dari mulutku.. tak dapat kuungkapkan betapa sedihnya aku kala itu sambil bercucuran air mata, sesegukan untuk b…

Latest Posts

Berbisik pada Bumi Terdengar oleh Langit

Takdir Semesta

Berkenalanlah, Lalu Merindu

Ada yang Patah, tapi Bukan Hati

Sepucuk Makna (Part 1)